Tampilkan postingan dengan label Burung Kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Kecil. Tampilkan semua postingan
Cikrak dada-kuning ( Seicercus montis )
Cikrak dada-kuning ( Seicercus montis ) adalah spesies Pengicau dunia-lama pada familia Phylloscopidae (atau Sylviidae). Ia ditemukan di Indonesia , Malaysia, dan Filipina. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis atau hutan montane lembab tropis. Burung ini mudah dikenali karena terdapat semacam garis hitam yang tipis pada kepalanya yang didominasi bulu berwarna orange tua .
Cabak Kota ( Caprimulgus affinis )
Cabak kota atau cabak-maling kota ( Caprimulgus affinis ) adalah sejenis burung cabak yang hidup di Asia Selatan dan Tenggara. Disebut cabak kota karena merupakan jenis cabak yang paling sering didapati di perkotaan. Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Savannah Nightjar.
Burung cabak yang berukuran agak kecil, panjang tubuh dari paruh ke ekor sekitar 22 cm. Berwarna seragam, burung jantan mempunyai bulu ekor terluar putih yang khas. Garis putih di tenggorokan digantikan dengan dua bercak putih di samping. Terdapat bercak putih pada sayap. Betina lebih kemerahan, tanpa tanda putih di ekor.Iris cokelat; paruh berwarna tanduk; kaki merah buram . Suaranya, "cwuirp, cwuirp..." dikeluarkan terus menerus sambil terbang.
Terbang berputar-putar pada senja dan dini hari, sambil mengeluarkan suara tinggi meratap: "cwuirp", berulang-ulang secara teratur. Tertarik dengan lampu-lampu kota untuk memburu serangga yang beterbangan di sekitarnya. Pada siang hari burung ini diam berbaring di atas tanah atau pada atap gedung yang rata di perkotaan.
Cabak kota tercatat berbiak antara bulan Mei sampai Desember. Satu atau dua butir telurnya, berwarna kuning tua dengan bintik-bintik noda dan garis cokelat, diletakkan pada lekukan tanah yang digaruk. Tanpa bahan sarang apapun.
Tiong-batu Kalimantan ( pityriasis gymnocephala )
Tiong-batu Kalimantan ( pityriasis gymnocephala ) adalah satu-satunya anggota dari keluarga burung pengicau Pityriaseidae dan genus Pityriasis. Ia merupakan spesies misterius dan jarang dijumpai dari kanopi hutan hujan Kalimantan.
Sikatan-rimba Gunung ( Rhinomyias gularis )
Cica Matahari ( Crocias albonotatus )
Cica Matahari (Crocias albonotatus) adalah spesies burung dalam famili Timaliidae.Spesies ini endemik terhadap Indonesia.Burung ini kini terancam karena kehilangan habitat.
Cabai Panggul-hitam ( Dicaeum monticolum )
Berencet Kalimantan ( Ptilocichla leucogrammica )

Kancilan Kalimantan ( Pachycephala hypoxantha )
Burung Kancilan Kalimantan (Pachycephala hypoxantha) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Pachycephalidae. Dapat ditemukan di Indonesia dan Malaysia.
Berencet Kerdil ( Pnoepyga pusilla )
Berencet Kerdil (Pnoepyga pusilla) adalah spesies burung dari keluarga Timaliidae. Berencet Kerdil dapat ditemukan di Bangladesh, Bhutan , Kamboja, Tiongkok, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand, dan Vietnam.
Habitat dari Berencet Kerdil adalah wilayah hutan dataran rendah dengan iklim subtropis atau tropis, selain itu dapat ditemukan di wilayah montane dengan iklim subtropis atau tropis.
Opior Kalimantan ( Oculocincta squamifrons )
Berencet Gunung ( Napothera crassa )
Burung-Madu Rimba ( Hypogramma hypogrammicum )
Berukuran besar (15cm). Burung madu dengan tubuh bagian bawah sampai tenggorokannya bergaris-garis kuning yang menonjol. Jantan: belakang leher, punggung, dan penutup sayap ungu metalik.Iris merah atau coklat, paruh hitam, dan kaki coklat atau zaitun.
Suara :
"syiuwp" tunggal yang melengking.
Penyebaran global :
Cina barat-daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Kalimantan.
Penetap yang umum pada hutan dataran rendah samai ketinggian 1000 n dpl di Sumatra dan Kalimantan (termasuk Natuna).
Kebiasaan :
Menyukai pohon-pohon kecil dan hutan sekunder, hutan rawa dan semak belukar. Sering terlihat memutar atau menaik-turunkan ekornya dengan cepat.
Pijantung Kecil ( Arachnothera longirostra )
Berukuran agak kecil (15 cm), berwarna zaitun dan kuning. Tubuh bagian atas hijau-zaitun, tubuh bagian bawah kuning terang. Tenggorokan abu-abu keputih-putihan khas.Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah abu-abu, kaki nila kebiruan.
Suara:
Tajam seperti suara bersi: “cik” sewaktu terbang. Nyanyian bernada tinggi sederhana:”tik-ti-ti-ti”, dengan nada pertama lebih tinggi dan ditekan, diulang tanpa henti, sekitar tiga nada per detik. “Wicow-wicow...” (Sumatera dan Kalimantan) atau“ciw-ciw-...” (Jawa dan Bali) yang diulang terus-menerus.
Penyebaran global:
India, Cina, Asia tenggara, Filipina, Semenanjung Malaysia, dn Sunda Besar.
Cukup umum terdapat di hutan bukit dan dataran rendah di seluruh Sunda Besar (termasuk pulau-pulau kecil). Juga di gunung-gunung di Sumatera, Jawa, dan Bali, ditemukan sampai ketinggian 2.000 m.
Kebiasaan:
Suka bersembunyi, tinggal pada kerimbunan pohon, seperti pohon pisang liar dan jahe-jahean tinggi. Paling sering terlihat terbang melintasi jalan setapak dengan sangat cepat, sambil mengeluarkan suara yang khas. Juga ditemukan di hutan sekunder, perkebunan, dan pekarangan. Mengisap nektar dari bunga pisang dan jahe-jahean.
Burung-Madu Polos ( Anthreptes simplex )

Suara :
Getaran khas dan kerikan metalik
Penyebaran global :
Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Penyebaran lokal :
Penetap yang umum tapi jarang terlihat di dataran rendah sampai ketinggiam 1200 m dpl di Sumatra (termasuk Nias) dan Kalimantan (termasuk Natuna). Juga umum ditemukan di tepi pantai pulau-pulau kecil.
Kebiasaan : Menyukai hutan terbuka dan semak belukar.
Pijantung Tasmak ( Arachnothera flavigaster )
Berukuran besar (21 cm), berwarna zaitun, penutup telinga dan lingkar mata kuning. Perbedaan dengan Pijantung Telinga-kuning: ukuran lebih besar, paruh lebih pendek, penutup telinga lebih kecil, lingkar mata lebih lebar, garis pada dada dan tenggorokan lebih sedikit.
Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat kekuningan.
Suara:
Nada tinggi “chit chit”.Penyebaran global:Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Penyebaran lokal:
Burung yang tidak umum di hutan terbuka Sumatra dan Kalimantan. Juga dapat ditemui di perkebunan kelapa, kebun pedesaan, dan belukar sampai pada ketinggian 1300 m. Di Kalimantan masih dapat ditemui sampai pada ketinggian 1800 m.
Kebiasaan:
Secara umum dapat ditemui di hutan sekunder. Sangat agresif dalam mempertahankan teretori mencari makan.
Pijantung Gunung ( Arachnothera affinis )

Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah lebih pucat, kaki merah jambu.
Suara:
Bunyi bercericit kasar. Pekikan bervariasi “cii wii dii wiit – tii rii”, “cii cii cer” dan bunyi lainnya.
Penyebaran global:
Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.
Penyebaran lokal:
Burung pijantung yang umum ditemukan di bukit dan hutan pegunungan serta hutan sekunder sampai ketinggian 900 m di Sumatra, Jawa dan Bali. Di Kalimantan, cukup umum menghuni hutan dataran rendah, hutan sekunder dan perbukitan sampai ketinggian 1000 m.
Kebiasaan:Umumnya soliter. Sering datang ke pohon pisang liar dan pohon berbunga seperti dadap yang cukup tinggi dari permukaan tanah. Terbang rendah dan cepat melalui hutan seperti Pijantung Kecil. Bisa hidup di tempat yang lebih tinggi.
Makanan:
Laba-laba, bunga pisang, biji, litu Hemoptera, tenggeret, kunang-kunang.
Perkembangbiakan:
Telur dua butir berbintik coklat atau abu-abu, diletakkan dalam serang yang indah melekat di bagian bawah daun yang lebar dengan jalinan jaring laba-laba. Sarang bagian luar tertutup oleh potongan bunga dan batang-batang tumbuhan. Di Jawa tercatat bersarang pada bulan April, Mei, dan bersarang lagi bulan Oktober dan November.
Burung-Madu Jawa ( Aethopyga mystacalis )
Suara :lembut, berdering "Tziip-tziip...." diulangi terus menerus.
Penyebaran global:endemik di Jawa.
Penyebaran lokal :cukup umum terdapat dihutan dan pinggir hutan, sampai ketinggian1.600 m di Jawa. Di Bali tidak tercatat. Kebiasaan:hidup berpasangan, agak ribut. Tinggal pada tajuk atas, sering mengunjungi bunga benalu.
Makanan:Bunga, nektar, biji, serangga, dan laba-laba.
Perkembangbiakan:Sarang menggantung seperti burung madu lainnya. Telur 1-2 berwarna coklat berbintik putih. Tercatat berbiak dari Mei-Maret di Jawa Barat.
Pijantung Whitehead ( Arachnothera juliae )
Iris coklat, paruh hitam, dan kaki hitam.
Suara:
Suara pekikan yang keras dan diulang-ulang ketika terbang. Suara bercericit panjang dan nyanyian bernada tinggi
Penyebaran global:
Endemik Kalimantan.
Penyebaran lokal:Menghuni pegunungan tinggi di Kalimantan utara. Tercatat di peg. Kinabalu ke selatan sampai Usun Apau dan gunung Dulit, serta di gunung Mulu. Secara lokal umum ditemui di hutan pegunungan dari 1000-1500 m..
Kebiasaan:
Lebih banyak menghabiskan waktunya di tajuk teratas pohon dibanding burung pijantung lainnya. Mencari makan diantara rumpun anggrek di hutan yang berlumut.
Burung-madu Bakau ( Leptocoma calcostetha
Suara :
Getaran yang dalam.
Penyebaran global :
Asia Tenggara, Palawan, Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.
Penyebaran lokal :
Sumatra, Kalimantan, Jawa. Penetap yang tidak umum di hutan mangrove, perkebunanm dan pepohonan, di pantai-pantai(termasuk pulau-pulau disekitarnya). Tidak umum di hutan pantai dan hutan mangrove di Jawa (termasuk Karimunjawa). Di Bali tidak tercatat.
Kebiasaan :
Hidup di hutan mangrove, di kebun kelapa di pantai atau tegakan cemara.Terbang dengan tukikan yang keras.
Makanan:
Tepung sari, nektar, dan serangga kecil.
Perkembangbiakan:
Bersarang di rawa bakau. Telur 2 butir berbintik coklat yang diletakkan pada sarang berbentuk kantong menggantung yang khas. Tercatat berbiak pada bulan Maret, Juni dan November.
Pijantung Telinga-kuning ( Arachnothera chrysogenys )
Iris coklat, paruh agak hitam, kaki coklat pucat.
Suara:
Nada tinggi pada waktu terbang “twit twit twit ii”.
Penyebaran global:
Semenanjung Malaysia dan Sunda Besar.
Penyebaran lokal:
Penghuni tetap yang tidak umum di hutan dataran rendah Kalimantan dan Sumatra (termasuk pulau satelitnya) sampai ketinggian 1400 m. Ada beberapa catatan nurung ini berbiak di hutan dataran rendah Jawa Barat. Tidak ada catatan di Bali.
Kebiasaan:Suka mengunjungi pohon berbunga di tepi hutan, di semak belukar sekunder, dan taman.
Makanan:
Buah kecil, biji-bijian, dan laba-laba.
Perkembangbiakan:
Tidak ada keterangan
Langganan:
Postingan (Atom)