Tampilkan postingan dengan label sambil ngaso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sambil ngaso. Tampilkan semua postingan
Mengecek jenis kelamin burung dengan pendulum
Bingung menentukan burung jantan atau betina? coba salah satu tips alternatif dibawah ini yang sering juga digunakan para penggemar burung kicauan dalam menentukan jenis kelamin burung jika dirasa diperlukan.
Banyak cara menentukan jenis kelamin dari seekor burung, cara-cara tersebut biasanya ditentukan dari warna bulu, warna khas dari salah satu anggota tubuhnya, bentuk dan ukuran tubuh dan kepala, panjang kaki, hingga menguji kerenggangan dari supit udang burung. tapi bagaimana jika kita benar-benar mengalami kemandegan dalam menentukan jenis kelamin burung tersebut? jalan terakhir adalah merawat terus burung tersebut dan terus memantau apakah burung tersebut bakal gacor atau malah bertelor. disini kita akan membahasa mengenai pemilihan sexing burung dengan metode pendulum.
sebelum mengulas lebih lanjut dan sebelum hal ini menjadi pro dan kontra disini saya jelasakan bahwa keberhasilan dari metode pendulum ini sekitar 70:30 dan keakuratan hasilnya tergantung dari gelombang pikiran dari yang memegang pendulum tersebut, dalam artian jika kita ingin menentukan apakah burung tersebut jantan atau betina dan karena sewaktu ktia mencobanya dengan pendulum pikiran kita menginginkan burung tersebut adalah jantan maka yang terjadi adalah hasil dari metode tersebut adalah burung jantan walupun burung tersebut kenyataannya adalah burung betina. dan bagaimanapun metode ini hanyalah sebagai salah satu alternatif saja bukan sebagai penentu akhir apakah burung tersebut jantan atau betina.
Bagaimana pendulum bekerja ,kita tidak akan membahasnya disini karena sudah ada artikel mengenai hal tersebut yang diulas panjang lebar di forum kicau mania, lengkapnya disini : http://www.kicaumania.org/forums/archive/index.php/t-9603.html
Metode untuk menentukan jenis kelamin pada burung ada 3 jenis secara garis besar, yaitu:
1. Melihat fisik (Visual)
2. Tester atau DNA
3. Getaran Manetik (Pendulum)
Penentuan jenis kelamin dengan melihat fisik atau Visual kadang sering terjadi kesalahan antara orang yang satu dengan yang lain yg dapat berbeda penilaian. Metode ini perlu pengalaman yang tinggi.
Dengan tester atau DNA, metode ini perlu pengeluaran beaya yang tinggi atau untuk membeli alatnya, dan tidak significan dengan harga beaya burung, biasanya orang ragu menentukan jenis kelamin pada saat burung masih bahan atau belum bunyi.
Metode alternatif yang lain adalah Metode Magnetik atau Pendulum, metode ini berprinsip dengan kaidah:
- Gravitasi Bumi
- Magnetik Bumi
Metode Sexing/Pendulum/Magnetik
Banyak cara menentukan jenis kelamin dari seekor burung, cara-cara tersebut biasanya ditentukan dari warna bulu, warna khas dari salah satu anggota tubuhnya, bentuk dan ukuran tubuh dan kepala, panjang kaki, hingga menguji kerenggangan dari supit udang burung. tapi bagaimana jika kita benar-benar mengalami kemandegan dalam menentukan jenis kelamin burung tersebut? jalan terakhir adalah merawat terus burung tersebut dan terus memantau apakah burung tersebut bakal gacor atau malah bertelor. disini kita akan membahasa mengenai pemilihan sexing burung dengan metode pendulum.
sebelum mengulas lebih lanjut dan sebelum hal ini menjadi pro dan kontra disini saya jelasakan bahwa keberhasilan dari metode pendulum ini sekitar 70:30 dan keakuratan hasilnya tergantung dari gelombang pikiran dari yang memegang pendulum tersebut, dalam artian jika kita ingin menentukan apakah burung tersebut jantan atau betina dan karena sewaktu ktia mencobanya dengan pendulum pikiran kita menginginkan burung tersebut adalah jantan maka yang terjadi adalah hasil dari metode tersebut adalah burung jantan walupun burung tersebut kenyataannya adalah burung betina. dan bagaimanapun metode ini hanyalah sebagai salah satu alternatif saja bukan sebagai penentu akhir apakah burung tersebut jantan atau betina.
Bagaimana pendulum bekerja ,kita tidak akan membahasnya disini karena sudah ada artikel mengenai hal tersebut yang diulas panjang lebar di forum kicau mania, lengkapnya disini : http://www.kicaumania.org/forums/archive/index.php/t-9603.html
Metode untuk menentukan jenis kelamin pada burung ada 3 jenis secara garis besar, yaitu:
1. Melihat fisik (Visual)
2. Tester atau DNA
3. Getaran Manetik (Pendulum)
Penentuan jenis kelamin dengan melihat fisik atau Visual kadang sering terjadi kesalahan antara orang yang satu dengan yang lain yg dapat berbeda penilaian. Metode ini perlu pengalaman yang tinggi.
Dengan tester atau DNA, metode ini perlu pengeluaran beaya yang tinggi atau untuk membeli alatnya, dan tidak significan dengan harga beaya burung, biasanya orang ragu menentukan jenis kelamin pada saat burung masih bahan atau belum bunyi.
Metode alternatif yang lain adalah Metode Magnetik atau Pendulum, metode ini berprinsip dengan kaidah:
- Gravitasi Bumi
- Magnetik Bumi
Metode Sexing/Pendulum/Magnetik
Konsep dasarnya adalah gaya tarik menarik dan tolak menolak.
Gaya tarik menarik ini bisa terjadi di antara:
1. Dua benda/partikel apapun (hukum Newton) atau hukum gravitasi
2. Dua benda yang bermuatan magnetik Utara dan Selatan (lihat bagian magnit)
3. Dua benda yang bermuatan listrik positif dan negatif.
Lawan dari gaya tarik-menarik ini adalah gaya tolak-menolak. Jenis gaya tolak-menolak bisa terjadi pada:
- Dua benda yang bermuatan magnetik yang sama (sama-sama Utara atau sama-sama Selatan)
- Dua benda yang bermuatan listrik yang sejenis (sama-sama positif atau sama-sama negatif).
- Dua atom yang berdekatan pada jarak kurang dari diameter atomnya.
Metode magnetik bumi dipakai oleh orang Tiongkok kuno. Teori Tiongkok kuno berbeda dengan medis, teori medis menggunakan aliran darah sebagai acuannya, sedangkan teori Tiongkok kuno (Pendulum) impuls-impuls saraf serta pengaruh HORMONAL.
Peralatan dg Metode Pendulum:
1. Benang yg digunakan tidak terlalu panjang, sekitar 30-40 cm
2. Bandul, dpt menggunakan logam, bukan logam mulia. Contoh adalah peniti atau paku
Cara mengujinya:
Peralatan dg Metode Pendulum:
1. Benang yg digunakan tidak terlalu panjang, sekitar 30-40 cm
2. Bandul, dpt menggunakan logam, bukan logam mulia. Contoh adalah peniti atau paku
Cara mengujinya:
- Pegang burung dg tangan kiri atau kanan
- Benang diikat (Tidak dipegang tangan), bisa kita dengan pohon yg tidak ada besi di sekitarnya.
- Bandul (Peniti atau paku) diarahkan pada kepala bagian belakang dg jarak +/- 0.5 cm
Hasil Gerakan:
1. Gerakan bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur.
JIka hasilnya gerakan adalah ini, maka burung kemungkinan besar berjenis kelamin jantan. Gerakan ini adalah gerakan tarik menarik, kombinasi antara gerakan gravitasi oleh bandul, tarik menarik antara kandungan hormon dengan logam pendulum, dan juga oleh magnet bumi maka dihasilkan gerakan ini. Anggap kandungan hormon laki dominan mengandung ion negatif (-) dan besi bandul dominan mengandung ion positif (+). Maka sesuai kaidah fisika akan terjadi gerakan tarik menarik yg dimunclkan dengan gaya maju bandul bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur atau ke kanan atau ke kiri.
2. Gerakan membentuk lingkaran atau mendekati oval.
Jika hasil gerakan adalah ini, maka burung berjenis kelamin betina. Gerakan ini adalah gerakan tolak menolak, kombinasi antara gerakan gravitasi oleh bandul, tolak menolak antara kandungan hormon dengan logam pendulum, dan juga oleh magnet bumi maka dihasilkan gerakan ini. Anggap kandungan hormon laki dominan mengandung ion positif (+) dan besi bandul dominan mengandung ion positif (+). Maka sesuai kaidah fisika akan terjadi gerakan tolak menolak yg dimunculkan dengan gaya Gerakan membentuk lingkaran atau mendekati oval.
Persyaratan:
- Pengujian sebaiknya tidak dilakukan pada burung yg belum dewasa, karena burung yg belum dewasa kandungan hormonal si burung belum sempurna. MInimal umur 4 bulanan.
- Saat melakukan sexing dg pendulum ini jauhkan dg benda2 yg bersifat logam/steel (besi), jarak minimal adalah 30 ft (8-10 m). Jarak ini adalah jarak teraman, karena tidak interference dg steel/besi disekitarnya.
- Gunakan logam mulia utk pengetesan, beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink dsb. Emas atauy jarum peniti bagus.
- Sebaiknya jangan dipegang burungnya, karena bila burung dipegang disamping mempunyai efek kurang baik terhadap burung, juga akan terpengaruh oleh ion listrik yg terkandung dalam diri kita (tangan kita).
- Jangan terkena angin, yg akan mempengaruhi gerakan.
- Gerakan tegantung dari kandungan hormnal burung, semakin dewasa atau sempuna kandungan hormonal, gerakan semakin kuat. Metode ini sangat bagus untuk menentukan kesiapan si burung untuk dilakukan breeding.
kesimpulan dari metode pendulum tersebut adalah :
- Jika pendulum bergerak ke satu arah ( kanan dan kiri / maju mundur ) maka burung tersebut adalah burung JANTAN.
- Jika pendulum bergerak memutar maka burung tersebut adalah BETINA.
Selamat mencoba
Tekhnik hipnotis untuk burung dan binatang peliharaan
Hipnotis selama ini dikenal hanya ampuh pada makhluk yang bernama manusia saja, tapi tidak lagi karena ternyata tekhnik hipnotis ini juga bisa diterapkan kepada binatang peliharaan semisal Unggas, burung dan kelinci dan bukan tidak mungkin berlaku pada semua jenis binatang lainnya.
Tekhnik hipnotis ini menggunakan metode ' pengalihan kondisi ' dimana pada saat hewan atau burung terhipnotis, dirinya akan merasa dalam bahaya dan naluri menghindari bahaya itulah yang diterapkan pada otaknya ( pada beberapa hewan serta unggas biasanya akan pura-pura mati begitu mengetahui ada bahaya yang mengancam jiwanya begitu juga yang diterapkan dalam metode hipnotis ini).
Namun Tekhnik hipnotis ini dilakukan pada burung bukan untuk mengetahui curhatan si burung mengenai pemiliknya seperti acaranya Uya Kuya (^;^) namun bisa juga digunakan untuk pengobatan penyakit pada burung dan sebagainya.
Berikut cara-cara dan tehnik menghipnotis burung dan hewan lainnya sebagaimana tertulis dalam sebuah artikel di www.pakarhipnotis.com .
Hipnotis Pada Ayam atau Burung
Coba Anda pegang leher ayam dengan menekan kelantai atau meja sehingga tubuhnya rata dengan lantai atau meja. Kemudian rentangkan kepalanya menempel di meja atau lantai dalam kondisi tertelungkap sehingga kepala ayam lurus dan paruh ada di ujung. Anda harus menjaga matanya dan jangan sampai tertutup oleh tangan Anda.
Coba Anda pegang leher ayam dengan menekan kelantai atau meja sehingga tubuhnya rata dengan lantai atau meja. Kemudian rentangkan kepalanya menempel di meja atau lantai dalam kondisi tertelungkap sehingga kepala ayam lurus dan paruh ada di ujung. Anda harus menjaga matanya dan jangan sampai tertutup oleh tangan Anda.
Ingat…!! Lakukan dengan hati – hati tanpa menyakitinya.
Kemudian ambil pena atau kapur lalu tarik garik lurus sepanjang 10 – 15 cm dimulai dari ujung paruh ke depan (menjauhi kepala), pastikan mata ayam mengikutinya. Pertahankan beberapa saat pegangan Anda, sampai si ayam tertidur. Lepaskan, ayam akan diam saja disitu.
Untuk membangunkannya, jauhkan dari gambar garis tadi dan tepuk punggungnya. Teknik hipnotis ini juga bisa dilakukan pada semua jenis burung dengan teknik hipnotis yang sama pada ayam.
Untuk membangunkannya, jauhkan dari gambar garis tadi dan tepuk punggungnya. Teknik hipnotis ini juga bisa dilakukan pada semua jenis burung dengan teknik hipnotis yang sama pada ayam.
Hipnotis Kelinci.
Baringkan kelinci di punggungnya (menghadap ketas), tekan dengan lembut telinganya secara lurus di lantai/meja. Kemudian dengan tangan satunya anda tarik kaki belakangnya selama beberapa menit. Pertahankan selama 1 menit, maka ia akan terhipnotis. Untuk membangunkan tiup hidungnya dan gulingkan tubuhnya ke samping.
referensi dan sumber : www.pakarhipnotis.com
Hindari dan mengatasi serangan Tomcat
Serangga tomcat atau disebut pula dengan nama Rove beetle atau kumbang rove atau juga paederus littoralis yang juga memiliki nama daerah semut semai, semut kayap atau charlie di indonesia, nama serangga ini kian populer setelah penyebarannya yang menimbulkan korban di sebuah kota di pulau jawa. Serangga ini masuk dalam kelompok utama dari hewan beruas ( Arthopoda) yang termasuk dalam keluarga besar kumbang (Staphylinidae), Serangga ini termasuk dalam kelompok Kuno dengan fosil serangga tomcat yang diketahui dari jaman Triassic atau pemusnahan mahluk hidup di bumi, 200 juta tahun lalu.
Seperti bisa diduga untuk suatu keluarga kumbang yang besar, terdapat variasi besar di antara spesies. Ukuran berkisar antara 1 hingga 35 mm (1,5 inci), dengan sebagian besar di kisaran 2-8 mm, dan bentuk umumnya memanjang, dengan beberapa serangga tomcat yang berbentuk bulat telur. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen dan kepala berwarna gelap. Pada antena kumbang biasanya 11 tersegmentasi dan filiform, dengan clubbing moderat dalam beberapa generasi kumbang. Biasanya, kumbang ini terlihat merangkak di kawasan sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya dan dalam sekali pandang ia lebih menyerupai semut. Apabila diganggu kumbang ini akan menaikkan bahagian abdomen supaya kelihatan seperti kalajengking untuk menakutkan musuh.
Serangga ini sebenarnya sudah lama terlihat di sekitar kita namun dalam jumlah yang tidak begitu banyak dan berkembang biak di sekitar wilayah yang dipenuhi oleh tanaman dan area persawahan, memakan wereng yang dianggap sebagai hama oleh petani kita, oleh karena itulah serangga ini secara langsung turut membasmi hama wereng yang menyerang perkebunan dan persawahan di wilayah-wilayah dalam habitatnya.
Serangga tomcat yang akhir-akhir ini terlihat di kawasan pemukiman dan membuat kepanikan bagi beberapa penduduk sekitarnya serta kehebohan di berbagai media tidak lepas dari meningkatnya jumlah populasi hama wereng serta berubahnya habitat berkembang biak dan mencari pakan mereka menjadi bangunan - bangunan dan perumahan-perumahan.
Serangga tomcat tidak menyengat ataupun menggigit, serangga ini akan mengeluarkan cairan otomatis bila bersentuhan dengan manusia, lebih gawat lagi tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya pada benda-benda seperti handuk, baju dan juga benda benda lainnya. Pada jenis tertentu terdapat cairan racun yang diduga lebih kuat dari bisa kobra, Cairan hemolimf atau Toxin ini disebut dengan 'aederin' (C24 H43 O9 N), Begitu kita menyentuh atau secara tak sengaja berbenturan dengan serangga ini maka otomatis akan mengeluarkan carian racunnya, bisa juga dengan cara yang tidak langsung yaitu ketika mengenakan handuk, pakaian ataupun barang-barang yang sebelumnya terkena cairan dari serangga tomcat ini. Pada saat terkena cairan ini begitu kita menggosoknya dengan jari yang kotor akan menyebabkan konjunktivitiv dan penyakit kulit yang parah yang dikenal sebagai 'dematitis linearis', atau ' aederus dermatitis'.
Pengobatan.
Jika terkena racun dari serangga ini segeralah dicuci menggunakan sabun, jangan diberi pasta gigi/odol, minyak kayu putih, balsem dan minyak tawon karena hasilnya akan memperparah peradangan. Kulit yang terkena toxin ini akan merah meradang mirip herpes namun dalam pengobatannya tidak sama. Pengobatannya bisa menggunakan antibiotik dan salep, Biasanya menggunakan hydrocortisone 1% atau salep betametason dan antibiotik neomycin sulfat 3x sehari atau salep Acyclovir 5% kesemuanya bisa didapatkan di toko-toko obat atau apotik apotik.
Berikut ini adalah 10 tips dari health.kompas.com mengenai cara mengatasi/menghindari serangan serangga tomcat:
Serangga ini sebenarnya sudah lama terlihat di sekitar kita namun dalam jumlah yang tidak begitu banyak dan berkembang biak di sekitar wilayah yang dipenuhi oleh tanaman dan area persawahan, memakan wereng yang dianggap sebagai hama oleh petani kita, oleh karena itulah serangga ini secara langsung turut membasmi hama wereng yang menyerang perkebunan dan persawahan di wilayah-wilayah dalam habitatnya.
Serangga tomcat yang akhir-akhir ini terlihat di kawasan pemukiman dan membuat kepanikan bagi beberapa penduduk sekitarnya serta kehebohan di berbagai media tidak lepas dari meningkatnya jumlah populasi hama wereng serta berubahnya habitat berkembang biak dan mencari pakan mereka menjadi bangunan - bangunan dan perumahan-perumahan.
Serangga tomcat tidak menyengat ataupun menggigit, serangga ini akan mengeluarkan cairan otomatis bila bersentuhan dengan manusia, lebih gawat lagi tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya pada benda-benda seperti handuk, baju dan juga benda benda lainnya. Pada jenis tertentu terdapat cairan racun yang diduga lebih kuat dari bisa kobra, Cairan hemolimf atau Toxin ini disebut dengan 'aederin' (C24 H43 O9 N), Begitu kita menyentuh atau secara tak sengaja berbenturan dengan serangga ini maka otomatis akan mengeluarkan carian racunnya, bisa juga dengan cara yang tidak langsung yaitu ketika mengenakan handuk, pakaian ataupun barang-barang yang sebelumnya terkena cairan dari serangga tomcat ini. Pada saat terkena cairan ini begitu kita menggosoknya dengan jari yang kotor akan menyebabkan konjunktivitiv dan penyakit kulit yang parah yang dikenal sebagai 'dematitis linearis', atau ' aederus dermatitis'.
Pengobatan.
Jika terkena racun dari serangga ini segeralah dicuci menggunakan sabun, jangan diberi pasta gigi/odol, minyak kayu putih, balsem dan minyak tawon karena hasilnya akan memperparah peradangan. Kulit yang terkena toxin ini akan merah meradang mirip herpes namun dalam pengobatannya tidak sama. Pengobatannya bisa menggunakan antibiotik dan salep, Biasanya menggunakan hydrocortisone 1% atau salep betametason dan antibiotik neomycin sulfat 3x sehari atau salep Acyclovir 5% kesemuanya bisa didapatkan di toko-toko obat atau apotik apotik.
Efek terhadap burung kicauan.
Burung yang kebetulan memakan serangga ini akan terkena racun dan terlihat seperti yang lemas dengan bulu mengembang, tidak diketahui apakah burung yang memakan serangga ini akan mati ataukah burung memiliki kekebalan imunitas terhadap jenis - jenis serangga yang beracun.Namun biasanya beberapa burung memiliki 'alert' terhadap beberapa jenis serangga yang memiliki bisa atau racun.Berikut ini adalah 10 tips dari health.kompas.com mengenai cara mengatasi/menghindari serangan serangga tomcat:
- Jika ada menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. Masukkan ke dalam plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman.
- Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.
- Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk.
- Tidur menggunakan kelambu jika memang di daerah anda sedang banyak masalah ini.
- Bila serangga banyak sekali, maka dapat juga lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia.
- Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit kita.
- Bila kumbang ini berada di kulit kita, singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup ataumengunakan kertas untuk mengambil kumbang dengan hati-hati.
- Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila menemui, segera dimatikan dengan menyemprotkan racun serangga. Singkirkan dengan tanpa menyentuhnya.
- Segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini.
- Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.
Referensi ;
id.wikipedia.org
kompas
berbagai sumber
Seputar Burung Pleci
Burung Pleci Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus) adalah nama sejenis burung kecil dari suku Zosteropidae, bangsa Passeriformes (burung petengger). Burung ini merupakan penetap di hutan-hutan terbuka di kawasan Asia tropis, mulai dari India ke timur hingga Cina dan Indonesia. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental White-eye. Suku burung-burung kacamata (Zosteropidae) mencakup sejumlah burung pengicau (Passeriformes) kecil yang cenderung tersebar di daerah tropika di Dunia Lama (termasuk Australasia). Genus pencirinya adalah Zosterops. Burung-burung anggota suku ini dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih (dari sini nama bahasa Inggris white-eye berasal) atau abu-abu.
Banyak anggotanya yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepulauan, seperti jenis yang baru ditemukan tahun 2008 di Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah.
Burung kecil yang lincah, dengan panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10–11 cm. Sisi atas tubuh tertutup bulu-bulu kehijauan atau hijau kekuningan (hijau zaitun), sedangkan sisi bawahnya sedikit bervariasi bergantung rasnya, kecuali leher dan dadanya yang berwarna kuning terang. Sayapnya membundar dan kaki-kakinya kuat.
Nama-namanya (“kacamata”, white-eye) merujuk pada lingkaran bulu-bulu kecil berwarna putih di sekeliling matanya. Nama marganya berasal dari kata Yunani zosterops, yang berarti ”sabuk mata”. Penampilan anggotanya sangat "biasa", tidak ada ciri mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar mata. Sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada jenisnya yang memiliki bulu leher dan perut berwarna putih atau kuning.
burung ini kerap membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan; bahkan sering juga bercampur dengan spesies lain. Meskipun utamanya burung kacamata bersifat pemakan serangga, namun ia pun memakan nektar dan aneka jenis buah. Sembari mencari mangsanya di sela-sela dedaunan, burung ini terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian berpindah ke lain pohon yang berdekatan, sambil terus mengeluarkan suara berkeciap tinggi setiap beberapa saat sekali untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lainnya.Semua anggotanya senang berkelompok, terbang dalam kawanan.
Di Jawa, burung ini tercatat bertelur mulai dari Januari hingga Oktober. Telur berjumlah kurang lebih tiga (2–5) butir berwarna biru pucat, diletakkan pada sarang berupa cawan kecil yang khas bentuknya. Sarang ini terbuat dari akar-akaran, tangkai dan tulang daun, dan bahan-bahan tumbuhan lainnya, serta dihiasi dengan lumut. Sarang diletakkan di percabangan ranting atau rumpun bambu, sekitar 2–4 m di atas tanah.
Di Australia bahkan ada yang menjadi hama di perkebunan anggur karena bertengger di tangkai dan melukai tanaman.
Banyak anggotanya yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepulauan, seperti jenis yang baru ditemukan tahun 2008 di Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah.
Burung kecil yang lincah, dengan panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10–11 cm. Sisi atas tubuh tertutup bulu-bulu kehijauan atau hijau kekuningan (hijau zaitun), sedangkan sisi bawahnya sedikit bervariasi bergantung rasnya, kecuali leher dan dadanya yang berwarna kuning terang. Sayapnya membundar dan kaki-kakinya kuat.
Nama-namanya (“kacamata”, white-eye) merujuk pada lingkaran bulu-bulu kecil berwarna putih di sekeliling matanya. Nama marganya berasal dari kata Yunani zosterops, yang berarti ”sabuk mata”. Penampilan anggotanya sangat "biasa", tidak ada ciri mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar mata. Sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada jenisnya yang memiliki bulu leher dan perut berwarna putih atau kuning.
burung ini kerap membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan; bahkan sering juga bercampur dengan spesies lain. Meskipun utamanya burung kacamata bersifat pemakan serangga, namun ia pun memakan nektar dan aneka jenis buah. Sembari mencari mangsanya di sela-sela dedaunan, burung ini terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian berpindah ke lain pohon yang berdekatan, sambil terus mengeluarkan suara berkeciap tinggi setiap beberapa saat sekali untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lainnya.Semua anggotanya senang berkelompok, terbang dalam kawanan.
Di Jawa, burung ini tercatat bertelur mulai dari Januari hingga Oktober. Telur berjumlah kurang lebih tiga (2–5) butir berwarna biru pucat, diletakkan pada sarang berupa cawan kecil yang khas bentuknya. Sarang ini terbuat dari akar-akaran, tangkai dan tulang daun, dan bahan-bahan tumbuhan lainnya, serta dihiasi dengan lumut. Sarang diletakkan di percabangan ranting atau rumpun bambu, sekitar 2–4 m di atas tanah.
Di Australia bahkan ada yang menjadi hama di perkebunan anggur karena bertengger di tangkai dan melukai tanaman.
Tips memilih burung pleci :
- Postur tubuh panjang dan besar
- Warna putih yang melingkari matanya terlihat tebal
- Burung tidak cacat
- Bentuk paruh terlihat tebal dan panjang
Perawatan :
- Jaga kebersihan kandang/sangkar
- Mandikan pagi/sore dengan cara di semprot atau sediakan cepuk berisi air supaya burung mandi sendiri . Berikan kroto 1/4 sendok/hari
- Berikan buah buahan seperti pepaya dan pisang
Perbedaan Betina dan Jantan :
- Pleci Jantan mempunyai lingkar mata yang lebih tebal dan tajam
- Pleci Jantan warna hijaunya lebih tajam
- bisa juga di lihat kloaka/duburnya dengan cara di tiup kalau lebih menonjol berarti burung jantan.
Tambahan Informasi Ragam Jenis Burung Pleci
Kajian terhadap data DNA yang terbaru menghasilkan gambaran bahwa marga ini kemungkinan bukan monofiletik.Meski demikian baru sedikit spesies yang telah dipelajari, dengan jenis-jenis dari Kepulauan Mikronesia yang paling banyak dikaji contohnya. Agaknya terdapat dua kelompok garis kekerabatan; kelompok timur yang nampak jelas berbeda dan kelompok barat yang kekerabatannya lebih dekat dengan jenis-jenis Asia Timur. Kekerabatan kelompok yang pertama (kelompok timur) dengan burung-burung marga Rukia masih perlu diteliti lebih lanjut. Juga, jenis kacamata Tanjung Harapan nampak berbeda garis kekerabatannya dengan jenis-jenis selebihnya, namun hal ini belum bisa dipastikan.
Natural therapy untuk burung anda
Natural therapy adalah sebuah cara untuk membuat burung yang kita miliki merasa aman dan nyaman sehingga berpengaruh terhadap kondisi mental dan kondisi kesehatannya. Sulit diprecaya memag akan tetapi pemberian natural therapy ternyata bisa membuat burung lebih aktif bergerak dan juga sebagai salah satu media menghilangkan stress pada burung terlebih terlebih jika burung tersebut hasil penangkaran yang mungkin selama hidupnya belum pernah mendengar suara-suara alami yang berasal dari hutan.
Suara natural therapy sendiri bisa bersumber dari berbagai macam unsur suara yang dipadukan dalam satu media. biasanya suara itu mengkondisikan suasana alami sebuah hutan yang berisi berbagai macam suara mulai dari angin yang bertiup, riak air yang mengalir serta suara serangga ataupun binatang-bintang yang lazim ada dihutan. Dengan memberikan natural therapy pada burung yang bisa diberikan selama 1 kali seminggu atau lebih bagus lagi rutin diputar pada waktu burung dalam kondisi moulting/berganti bulu. Media suara yang digunakan sebagai natural therapy harus benar-benar jernih dengan kata lain harus dengan menggunakan media yang benar-benar mirip suasana aslinya. bisa menggunakan MP3, CD Natural therapy atau perangkat yang biasa digunakan untuk memaster burung. Sudah banyak media Natural therapy untuk burung kicauan yang dijual di pasaran.
Sewaktu kita memberikan Natural therapy kepada burung kita, pastikan burung dalam keadaan di kerodong atau bisa juga ditempat yang sepi dari lalulalang orang yang lewat serta tempat yang digunakan untuk menggantang burung adalah tempat yang sejuk, pada saat itu pula bisa dimaster dengan suara burung masteran lain sembari memutar media natural therapy karena saat itu burung akan merasa dalam kondisi yang rileks dan nyaman sehingga pemasteran dengan suara burung lain bisa dengan mudah dicerna oleh otaknya sehingga proses memaster burung akan menjadi lebih cepat dari metode pemasteran yang biasa.
Sewaktu kita memberikan Natural therapy kepada burung kita, pastikan burung dalam keadaan di kerodong atau bisa juga ditempat yang sepi dari lalulalang orang yang lewat serta tempat yang digunakan untuk menggantang burung adalah tempat yang sejuk, pada saat itu pula bisa dimaster dengan suara burung masteran lain sembari memutar media natural therapy karena saat itu burung akan merasa dalam kondisi yang rileks dan nyaman sehingga pemasteran dengan suara burung lain bisa dengan mudah dicerna oleh otaknya sehingga proses memaster burung akan menjadi lebih cepat dari metode pemasteran yang biasa.
Kisah mengharukan dari sepasang burung
Burung adalah juga makhluk Tuhan yang paling eksotis , dengan keindahan warna dan bulu-bulunya juga keindahan nyanyian yang disuarakannya, tetapi ternyata dibalik semua itu Burung juga memiliki hati-nurani, terlebih kepada pasangannya. Gambar berikut membuktikan bahwa pasangan burung ini adalah pasangan yang setia kepada pasangannya.
Seekor burung betina terlihat terkapar dipelataran jalan dengan kondisi yang parah
Tidak lama berselang, datanglah burung jantan yang merupakan pasangan dari burung betina tersebut membawakannya makanan dan langsung memberikan makanannya pada burung betina dengan penuh kasih sayang dan rasa haru.
Ketika sang burung jantan sedang memberikan makanannya kepada burung betina, si burung betina kemudian mati terkulai dan sijantan terlihat berusaha mengangkat tubuh si betina bermaksud membangunkannya,,
Sang burung jantan yang mengetahui bahwa pasangannya telah mati merasa terpukul, ia kemudian ‘menangis’ dihadapan pujaannya yang telah terkapar kaku.
Sambil berdiri dihadapan burung betinanya sang jantan kemudian ‘berteriak’dengan menyedihkan
Akhirnya sang burung jantan menyadari bahwa pasangannya ‘si burung betina’ telah meninggalkannya dan tak akan bisa hidup kembali bersamanya, ia berdiri disamping tubuh sang betina dengan luka yang mendalam, lalu kemudian terbang meninggalkan kekasih hatinya dan tidak pernah kembali lagi…
“ gambar diatas dikabarkan diambil di sebuah wilayah di republik ukraina, saat burung jantan mencoba menyelamatkan burung betina’ dan saat pertama kali gambar-gambar ini di upload . jutaan pasang mata di eropa dan amerika meneteskan airmatanya setelah melihat gambar-gambar ini “
Sebegitu dalamnya cinta dan pengorbanan dari sepasang burung ,, apakah kita sebagai manusia masih belum menyadari betapa berharganya pasangan hidup kita? haruskah kita belajar dari burung tentang kesetiaan?...
Hwamei | Riwayatmu kini ...
Hwamey (Leucodioptron canorum, formerly Garrulax canorus) atau lebih akrab dikenal dengan sebutan wambi adalah burung yang pernah populer di kalangan pecinta burung kicauan indonesia di tahun 90an, sejajar dengan burung burung lain yang juga memiliki banyak penggemar dizamannya yaitu Poksay, Samho, Robin peking, dan Jalak hongkong. Populasi hwa mey saat itu cukup banyak dipasaran maupun di habitatnya di negeri china sehingga burung hwamey yang diambil dari bahasa china ( hua-mei ) yang berarti 'alis yg dicat' itu banyak di ekspor ke negara-negara tetangga termasuk Indonesia dan malaysia. namun semenjak terjadinya kasus flu burung pertama kali yang mewabah di negeri china , pemerintah indonesia menutup pintu masuk burung-burung serta unggas-unggas impor dari negeri china dan ini termasuk burung hwamei, poksay, robin peking, jalak hongkong dan samho. bahkan kelangkaan burung hwamei ini pun terasa hingga saat sekarang ini.
Burung hwamei ini termasuk burung yang pintar menirukan suara burung lain, suaranya yang keras, tajam dan bervariasi menjadikan burung ini memiliki cukup banyak peminatnya baik di negara asalnya ataupun di negara-negara asia lainnya seperti thailand, malaysia, philipina bahkan indonesia. Sayang keberadaan burung hwamei di indonesia semakin susah didapatkan kalaupun ada pasti harganya melambung tinggi atau burungnya pun sudah tua. Burung inipun sempat merajai arena-arena kontes ataupun lomba-lomba burung berkicau dizamannya.
Burung hwamei termasuk burung tipe 'fighter' , temperamennya yang tinggi membuat burung ini di negeri asalnya sering dijadikan sebagai burung aduan (seperti ngadu ayam kalo di indonesia) .
Habitat burung ini adalah di semak-semak belukar, Hutan sekunder, Hutan terbuka, Taman dan kebun hingga ketinggian 1800 dpl. Populasi burung ini cukup banyak tersebar di area-area terbuka, Burung ini senang bersembunyi di dalam semak ataupun pepohonan yang rindang.
Hwamei mengais makanannya diantara dedaunan di atas tanah, makanannya adalah serangga dan juga buah-buahan. biasanya terlihat berpasangan atau dalam jumlah kelompok yang kecil. Musim kawin berlangsung dari bulan Mei hingga Juli. Sebuah sarang berbentuk cangkir besar dibangun hingga dua meter di atas tanah di pohon atau semak atau juga di antara semak belukar. Bertelur antara Dua hingga lima telur yang berwarna biru atau biru-hijau.
Perbedaan Jantan dan Betina
Perbedaan burung hwamei jantan dan betina bisa didengar dari suara yang dikeluarkannya, Kalau burung jantan suaranya bervariasi dan terdengar keras sedangkan untuk burung betina hanya bersuara memanggil ' tcrrrrrrr...tcrrrrrrrr...tcrrrrrrrrrrr' .
Untuk tubuh jantan biasanya lebih gemuk dan besar dari burung betina serta warna alis matanya yang tajam dan tebal, sementara untuk burung betina biasanya warna keseluruhan tubuhnya terlihat kusam.
Rawatan Harian Burung hwamei
Perawatan harian burung ini sama saja dengan burung burung bertipe fighter lainnya seperti Kacer, Tledekan dan Muray batu. Jangan menggantung 2 ekor burung yang sama secara berdekatan atau saling melihat karena hal itu bisa berpengaruh pada mental dan juga kondisi si burung. Untuk EF (ekstra Fooding) bisa secara rutin diberikan Jangkrik, belalang dan buah-buahan segar.
Pemilihan kandang untuk burung hwamei dianjurkan menggunakan sangkar berbentuk bulat ( kalau dulu sangkar bulat yang memiliki kunci berbentuk garpu sering disebut dengan sangkar hwamei ) dikarenakan jika menggunakan sangkar dikhawatirkan merusak paruh ataupun bulu-bulu ekornya. karena burung hwamei termasuk burung yang sangat giras hingga sering menabrak-nabrak sangkarnya hingga membuat ujung pangkal paruhnya rusak atau juga peruhnya bengkok, tetapi juga biarpun burung hwamei anda sudah jinak lebih baik tetap menggunakan sangkar berbentuk bulat ( sudah dari sononya begitu,hehehe )
Suara burung hwamei
Video hwamei
Mengapa burung bernyanyi
Burung pengicau bisa diibaratkan seperti halnya seorang Penyair dan juga Musisi. Kicauan suaranya merupakan salah satu fenomena yang paling indah yang dihasilkan oleh alam. Dan ini menjadi kenikmatan tersendiri bagi pecinta burung kicauan , Lagu lagu mereka yang terdengar merdu di telinga kita sebenarnya merupakan hasil dari 'animal instinct' mereka terhadap predator, pasangannya, dan juga burung sejenisnya untuk menunjukan kekuasaan atas wilayahnya. jika diartikan kedalam bahasa kita, kicauan burung sama dengan ' Pergi kau' dan " Datanglah kepadaku'.
Lagu-lagu yang dinyanyikan mereka terbentuk oleh lingkungannya, seperti halnya musisi Rap yang memiliki 'nada intonansi/tune' berbeda dengan aliran musik lainnya, misalnya dangdut dsb. misalnya burung nightingdale yang menyanyikan lebih dari 300 lagu yang berbeda dalam setiap kicauannya, Burung kenari mampu bernyanyi selama 30 detik dengan menahan nafasnya, Bahkan salah seorang musisi dari inggris David hindley mengeksperimen suara burung dengan memperlambat intonasi kicauannya dan menemukan persamaan antara kicauan dari burung tersebut dengan orkestra symphoni beethoven kelima.
Rata-rata burung bernyanyi untuk menunjukan 'kepribadian' mereka atau 'untuk menarik minat' burung betina dan selain dari nyanyiannya burung juga memiliki cara dan gaya yang berbeda dalam membuat si betina tertarik.
Lalu bagaimana seekor burung bisa mengeluarkan suara kicauan yang begitu kompleks dan mampu bernyanyi nonstop tanpa henti untuk menarik nafas...
Kemampuan suara burung berasal dari struktur yang tidak biasa dari organ vokal mereka. Syrinx adalah organ yang memproduksi suara pada burung, ini setara dengan kotak suara dari manusia. Syrinx berisi selaput yang bergetar dan menghasilkan gelombang suara saat udara dari paru-paru melewatinya. Otot-otot kontrol yang detail dari syrinx memproduksi kicauan; sementara burung dengan system otot vokal yang lebih rumit menghasilkan kicauan-kicauan yang lebih kompleks.
Tidak seperti halnya kotak suara kita yang terletak di bagian atas trakea, syrinx burung terletak jauh lebih rendah dibawahnya. dipersimpangan dua saluran udara yang mengara langsung ke paru-parunya.
Ini berarti bahwa syrinx memiliki dua sumber suara potensial, satu di setiap bronkus, membran yang terpisah pada setiap bronkus menghasilkan suara yang terpisah, yang kemudian dicampur ketika dimasukan ke dalam saluran vokal yang lebih tinggi. Hal ini menunjukan bahwa burung dapat menghasilkan suara yang jauh lebih besar dari pada manusia biasa.
Waktu terbaik untuk mendengar nyanyian burung adalah pada waktu fajar. Paduan suara saat fajar adalah salah satu keajaiban alam. Burung di seluruh dunia menunjukkan jumlah
Salah satu alasan yang mungkin adalah bahwa fajar adalah waktu terbaik untuk suara untuk melakukan perjalanan, karena tiupan angin yang sedikit , lebih sedikit noise dan juga gangguan lainnya. Kicauan yang dinyanyikan saat fajar bisa 20 kali lebih efektif dibandingkan kicauan pada tengah hari.
Dengan berkicau disaat fajar, ketika energi mereka telah terkuras pada malam harinya, burung jantan memberitahukan pada burung betina bahwa mereka masih tetap fit untuk pembibitan/perkawinan. Burung jantan berkicau untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki tenaga yang cukup. Waktu fajar mungkin adalah waktu yang pas bagi mereka bernyanyi, tetapi diwaktu itulah kompetisi bernyanyi dimulai. jadi ada banyak ke'untungan' bagi mereka bernyanyi pada waktu yang berbeda-beda setiap harinya, terlebih untuk dua spesis yang berbeda yang memiliki suara yang hampir mirip.
Tikus berkicau hasil rekayasa genetika
Lewat rekayasa genetika ilmuwan asal Jepang berhasil menciptakan tikus yang bisa berkicau. Tikus ini diciptakan lewat Evolve Mouse Project yang bertujuan untuk mempelajari evolusi bahasa manusia.
"Mutasi adalah pemicu evolusi. Kami telah menyilangkan tikus yang direkayasa genetika selama beberapa generasi untuk melihat apa yang akan terjadi. Dari hasil mu...tasi itu kami menemukan tikus yang bisa berkicau seperti burung," kata Arikuni Uchimura, pimpinan riset.
"Mutasi adalah pemicu evolusi. Kami telah menyilangkan tikus yang direkayasa genetika selama beberapa generasi untuk melihat apa yang akan terjadi. Dari hasil mu...tasi itu kami menemukan tikus yang bisa berkicau seperti burung," kata Arikuni Uchimura, pimpinan riset.
Tikus yang bisa berkicau itu lahir karena adanya peluang yang muncul. Namun, sifat berkicau bisa diturunkan ke generasi berikutnya. Saat ini, laboratorium Pascasarjana Biosains Universitas Osaka, pimpinan Takeshi Yagi telah memiliki 100 tikus yang bisa berkicau untuk penelitian. Tim peneliti dari Jepang berharap penelitian terhadap tikus ini mampu menguak bagaimana bahasa manusia berevolusi, seperti halnya penelitian tentang burung berkicau di Amerika.Uchimura mengatakan, "Tikus lebih baik dari burung karena mereka mamalia dan lebih dekat ke manusia dalam struktur otak ataupun aspek biologi lainnya.
Penelitian akan dilakukan dengan melihat suara yang diproduksi tikus. Menurut Uchimura, suara yang dihasilkan bisa saja merupakan ekspresi emosi atau kondisi tubuh tertentu.
Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa tikus-tikus yang tumbuh bersama dengan tikus yang mampu bersiul memproduksi suara derit ultrasonik yang lebih sedikit. Artinya, komunikasi berjalan antarkelompok tikus itu seperti sebuah dialek berkembang.
"Saya tahu apa yang saya lakukan ini terlalu absurd, tetapi saya melakukannya dengan harapan bisa membuat Mickey Mouse suatu hari," tutur Uchimura.
sumber: sains.kompas.com
Pantauan harga burung di Pasar burung bogor 2012
Berikut ini adalah daftar harga burung di pasar burung yang ada di wilayah Kota Bogor Jawa Barat hasil survey selama bulan desember 2011 - januari 2012 ;
1. Anis Merah dewasa : Rp 800.000 - Rp 1.500.0002. Cucak Hijau Dewasa : Rp 450.000 - Rp 800.0003. Pentet Dewasa : Rp 150.000 - Rp 300.0004. Love Bird Dewasa : Rp 300.0005. Love Bird Kacamata Dewasa : Rp 500.000 - Rp 800.0006. Kenari Lokal Dewasa : Rp 200.000 - Rp 300.0007. Jalak Suren Dewasa : Rp 300.000 - Rp 500.0008. Jalak Kebo Dewasa : Rp 75.000 - Rp 100.0009. Jalak Nias Dewasa : Rp 100.000 - Rp 200.00010. Parkit Sepasang : Rp 80.000 - Rp 100.000 ( ket : kondisi ombyokan )11. Cucak Jenggot : Rp 100.000 - Rp 400.00012. Kutilang : Rp 20.000 - Rp 50.00013. Trucukan/Jogjog : Rp 20.000 - Rp 50.00014. Gelatik batu : Rp 50.000 - Rp 100.00015. Branjangan : Rp 50.000 - Rp 300.00016. Tledekan laut : Rp 150.00017. Tledekan Gunung : Rp 300.00018. Kacer : Rp 300.000 - Rp 700.00019. Kacer JaBar tangkapan hutan (Kondisi Blm Voer) : Rp 80.000-Rp 100.00020. Kutilang Emas / Sutera : Rp 50.00021. Cucak Gunung / Cucak wilis : Rp 40.000 - Rp 50.00022. Beo Nias : Rp 700.000 - Rp 1.300.00023. Decu : Rp 300.00024. Ciblek dada kuning dewasa : Rp 75.000 - Rp 250.00025. Ciblek dada Putih dewasa : Rp 130.000 - Rp 300.00026. Ciblek hasil tangkapan hutan (Kondisi blm voer) : Rp 25.000 - Rp 35.00027. Kapas Tembak dewasa : Rp 150.00028. Jalak Hongkong / Jalak Putih hongkong : Rp 600.00029. Jalak Suren Malaysia : Rp 250.00030. Anis Kembang dewasa : Rp 400.00031. Cipo/ Cito/ Sirpu anakan : Rp 75.00032. Cipo/ Cito/ sirpu dewasa tangkapan hutan (kondisi belum voer) : Rp 40.000-Rp 50.00033. Poksay Impor : Rp 600.00034. Robin Mandarin : kosong35. Hwamey atau Wambie : kosong36. Info burung lainnya segera menyusul ( update )
Keterangan :
Harga yang berlaku adalah harga burung mulai dari bakalan sampai burung jadi,
Pemantauan harga dilakukan di Pasar-pasar Burung wilayah Kota Bogor
( Pasar Merdeka, Pasar Anyar, Pasar Bogor, Jalan Empang, Serta beberapa kios burung yang tersebar di jalan-jalan utama Kota Bogor)
Nasib tragis burung pelatuk bawang
Kepercayaan tentang khasiat mistik burung pelatuk ini yang membuat makin hari pelatuk bawang (Dinopium javanense) menjadi burung langka yang terancam punah.
Burung pelatuk bawang adalah burung anggota famili Pecidae yang bisa ditemukan mulai dari Bangladesh, Brunei, China, Kamboja, Filipina, Malaysia, Myanmar, Laos, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Indonesia. Di Indonesia, burung ini utamanya dapat di jumpai di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Common Flameback atau Common Goldenback. Di Indonesia dan Melayu burung pelatuk bawang dikenal juga sebagai burung jelatuk, belatuk pinang muda, dan Pelatuk besi. Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin) burung ini dinamakan Dinopium javanense.
Burung sarat khasiat mistik ini berukuran sedang. Bulu sayap berwarna kuning, bulu leher berwarna hitam dengan garis-garis berwarna putih. Burung jantan mempunyai mahkota berwarna merah sedangkan mahkota burung pelatuk betina berwarna hitam.
Burung pelatuk bawang ini menyukai hutan daerah tropis dan subtropis di daerah dataran rendah hingga hutan bakau. Populasinya tidak diketahui dengan pasti. Tetapi oleh IUCN redlist, burung pelatuk bawang dikategorikan sebagai “Least Concern” sejak tahun 1988.
Khasiat Burung Pelatuk Bawang.
Burung pelatuk bawang sarat akan muatan mistis dan dipercaya mempunyai kekuatan mistik yang ampuh. Bagi masyarakat Jawa, Burung Pelatuk Bawang menggambarkan watak yang mempunyai pendirian yang kuat, rajin bekerja tetapi tidak sabar. Dalam berbagai primbon Jawa dan Melayu (salah satunya primbon Betaljemur Adammakna), burung pelatuk bawang mempunyai khasiat sebagai:
- Membuat pandai dan lincah berbicara dan berdebat.
- Menumbuhkan kewibawaan.
- Pengikat istri atau suami.
- Menyepuh dan meningkatkan kesaktian sebuah senjata.
- Mempercantik wajah dan aura (pesona) tubuh.
- Penangkal maling dan rampok.
- Penolak dan penyembuh berbagai macam penyakit.
- Menyembuhkan penyakit gila.
- Meningkatkan stamina dan keperkasaan.
- Tolak balak ilmu hitam.
Tentang bagaimana cara mengunakan burung pelatuk bawang untuk memperoleh berbagai khasiat tersebut, sengaja tidak akan saya sampaikan. Karena kesemuanya harus dengan mengorbankan nyawa Sang Pelatuk. Dan itu hanya akan membuat burung yang telah langka ini akan semakin langka.
sumber : alamendah.worpress.com
sumber : alamendah.worpress.com
Benar atau tidaknya saya sendiri tidak pernah membuktikan. Mungkin tidak akan mau membuktikannya. Tegakah sobat membuktikan khasiat mistik burung pelatuk bawang yang belum tentu benar dengan mengorbankan keberadaan dan kelestarian burung langka ini?.
sumber : alamendah[.]wordpress[.]com
Pitohui ; Burung beracun dari tanah Papua
Burung Hooded Pitohui yang merupaka endemik asli Papua nugini ini mungkin satu - satunya burung eksotis yang mampu melindungi dirinya dari hewan pemangsa lainnya, bagaimana tidak, Burung ini dikategorikan sebagai salah satu burung yang beracun di dunia. Pertahanan mereka dari pemangsa adalah dari Bulu dan kulitnya yang mengandung alkaloid neurotoksik kuat dari jenis batrachotoxin (yang juga ditemukan pada katak panah beracun Kolombia, atau genus Phyllobates).
Burung pada dasarnya tidak bisa memproduksi Racun dengan sendirinya namun banyak penelitian mengenai burung Pitohui ini yang membuktikan bahwa racun yang keluar dari burung tersebut adalah hasil dari makanan utamanya , sebagai burung omnivora burung ini memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid.
Racun-racun tersebut menyebar melalui jaringan kulit dan Bulu - bulunya, yang apabila tangan kita memegang burung tersebut maka akan langsung terasa penyebaran racunnya yaitu munculnya kesemutan, mati rasa, Kulit terbakar dan bersin - bersin. Oleh karena itulah Penduduk asli di Papua Nugini menyebut burung ini dengan sebutan Burung Sampah, karena tidak bisa dikonsumsi dan walaupun terpaksa harus dikonsumsi maka terlebih dahulu dihilangkan bulu serta kulitnya lalu dagingnya dilapisi dengan arang untuk kemudian dibakar/panggang.
Sebagai peringatan bagi pemangsa (aposematism) akan sifat racunnya, burung ini memiliki warna Oranye terang dan warna hitam yang memungkinkan calon pemangsa untuk mengenalinya, dan diyakini pula oleh para ahli bahwa burung ini juga menggosokan racunnya pada telur dan juga anaknya untuk melindungi mereka dari pemangsa.
- Variable Pitohui, Pitohui kirhocephalus
- Hooded Pitohui, Pitohui dichrous
- White-bellied Pitohui, Pitohui incertus
- Rusty Pitohui, Pitohui ferrugineus
- Crested Pitohui, Pitohui cristatus
- Black Pitohui, Pitohui nigrescens
Suara :
Penyebaran:
Penyebaran:
Burung - burung yang ada disekitar kita
Apa saja burung-burung liar yang biasa kita lihat atau dengarkan suaranya disekitar rumah kita, bisa di pekarangan , kebun, sawah atau di sungai belakang rumah kita, ini adalah daftar burung yang lazim ditemui di sekitar rumah walau kadang tidak semua burung burung tersebut masih ada karena penangkapan yang berlebihan.
1. Burung Gereja ( Passer montanus )
Burung ini mempunyai habitat di kawasan permukiman sehingga kerap dianggap sebagai hama oleh penduduk di negara-negara eropa dan amerika.
Makanan biji-bijian dan kadang memakan remah-remah roti. Penyebaran global dari Asia Timur, India, Asia Tenggara, Australia, sampai Kepulauan Pasifik.
status perlindungan : tidak ada data spesifik
info lebih lanjut mengenai burung ini disini
2. Bondol Jawa ( Lonchura leucogastroides )
Bondol Jawa biasa kita kenal dengan sebutan burung piit/pipit/emprit. terkenal di kalangan anak-anak sekolahan karena biasanya pedagang burung menjual burung jenis ini di kalangan anak-anak untuk dimain-mainkan. kadang ada juga yang membeli burung ini untuk bahan makanan bagi burung predator piaraannya semacam pentet/elang/alap-alap. jumlah di lingkungannya sudah mulai berkurang karena penangkapann yang berlebihan dan terlebih lagi burung jenis ini dianggap sebagai hama. Jenis ini pada awalnya hanya ditemukan di pulau jawa tetapi sekarang sudah menyebar sampai ke singapura.
3. Bondol Peking ( Lonchura punctulata )
4. Bondol haji ( lonchura maja )
5.Celepuk jawa / Burung hantu jawa ( Javan Scops Owl Otus angelinae }
6. Kapinis rumah ( affus afinis )
7. Tekukur biasa ( Streptopelia chinensis )
8. Dederuk Jawa (Streptopelia bitorquata)
9. Perkutut Jawa (Geopelia striata)
10. Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris)
11. Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens)
12. Raja Udang Meninting (Alcedo meninting)
13. Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
14. Wiwik Kelabu (Cacomantis merulinus)
sering terdengar suaranya yang mendayu-dayu dan juga ada beberapa mitos yang beredar mengenai burung ini.
15. Cerukcuk Merbah (Pycnonotus goiavier)
16. Cabai Jawa (Dicaeum trochileum)
17. Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis)
18. Burung Madu Kelapa (Anthreptes malacensis)
19. Perenjak jawa / Ciblek ( Prinia familiaris )
20. Perenjak Padi ( Prinia inornata blanfordi)
21. Perenjak / Cinenan (Orthotomus ruficeps)
22. Kacamata ( zosterops )
info lengkap tentang pleci ada disini
23. Pentet / toed ( lanius schach )
info lengkap tentang burung ini disini
sumber gambar : orientalbirdsimages








